Tingkatkan Kualitas Diri, Muslimat Hidayatullah Manokwari Gelar Spiritual Training Keputrian


MANOKWARI
Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, Muslimat Hidayatullah Papua Barat menyelenggarakan agenda rutin tahunan bertajuk "Spiritual Training Keputrian". Kegiatan yang mengusung tema "Ramadhan Produktif, Bahagia Menuju Menggapai Taqwa" ini resmi dibuka pada Rabu, 18 Februari 2026.


Acara yang dipusatkan di Mushollah Putri Ummu Atika, Kompleks Pesantren Hidayatullah Manokwari ini diikuti dengan antusias oleh para santriwati dan pengasuh putri dari unit MTs Luqmanul Hakim dan MA Integral Hidayatullah Manokwari.


Ketua Departemen Pendidikan DPW Hidayatullah Papua Barat, Ust. Iping Hanafi, S.Pd., M.Pd., hadir secara langsung untuk membuka acara. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa Ramadhan adalah "madrasah" atau sekolah terbaik bagi para santri untuk menempa karakter.


"Kunci kesuksesan seorang santri adalah taat dan sabar. Di bulan penuh berkah ini, Allah mengajarkan kita menahan diri, memperbaiki akhlak, dan mendekatkan hati kepada-Nya," ujar Ust. Iping di hadapan puluhan santriwati yang duduk rapi menyimak.




Beliau juga merincikan dua poin utama yang harus dibawa pulang oleh para peserta yaitu melatih Kesabaran, tidak hanya menahan lapar, tetapi juga menjaga lisan, emosi, dan istiqamah dalam aturan pesantren kemudian memperkuat Ketaatan. yang dimaksudkan adalah Ketaatan total kepada Allah, Rasulullah, serta kepatuhan kepada guru dan orang tua sebagai jalan keberkahan ilmu.


Selama tiga hari pelaksanaan, yakni 18-20 Februari 2026, para santriwati akan menjalani serangkaian kegiatan intensif. Mulai dari tadarus Al-Qur’an, kajian keislaman mendalam, hingga pesantren kilat yang didesain untuk memastikan Ramadhan tidak hanya diisi dengan istirahat, tetapi dengan karya dan amal nyata.


Melalui program ini, Muslimat Hidayatullah Manokwari berharap para santriwati dapat memaknai Ramadhan sebagai momentum untuk menebar manfaat bagi sesama dan kembali menjadi pribadi yang lebih bertaqwa setelah hari kemenangan tiba.


Reporter : Hadrianti