MANOKWARI – Mengawali malam-malam penuh berkah di bulan Ramadhan, Ketua DPW Hidayatullah Papua Barat Ustadz Muhammad Rusdan, M.Pd., memberikan tausiyah mendalam sebelum pelaksanaan salat Tarawih di Masjid Ar-Riyadh Hidayatullah, Manokwari, Selasa (24/2/2026).
Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya kesadaran bahwa setiap gerak-gerik manusia di dunia tidak ada yang luput dari pengawasan Sang Pencipta. "Semua yang kita lakukan di dunia ini, sekecil apa pun itu, akan tercatat dengan rapi di sisi Allah SWT," tegas Ustadz Rusdan di hadapan ratusan jamaah.
Mengutip salah satu ayat dalam Surah Yasin ayat 12
إِنَّا نَحْنُ نُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا۟ وَءَاثَٰرَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنَٰهُ فِىٓ إِمَامٍ مُّبِينٍ
"Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan..." (QS. Yasin: 12).
Ustadz Rusdan menceritakan kisah di balik turunnya ayat tersebut (Asbabun Nuzul) yang berkaitan dengan kaum Bani Salamah untuk pindah rumah agar lebih dekat dengan masjid. Nabi Muhammad ﷺ melarang mereka dan bersabda, "Wahai Bani Salamah, tetaplah di rumah kalian, jejak langkah kalian akan dicatat" (HR. Muslim)
Banyaknya rintangan di perjalanan membuat mereka sempat mengusulkan untuk membangun rumah baru yang lebih dekat dengan masjid agar ibadah terasa lebih ringan. Namun, Rasulullah SAW memberikan jawaban yang menyejukkan sekaligus memotivasi:
"Rasulullah melarang mereka pindah dan menyampaikan bahwa setiap langkah kaki menuju masjid akan dicatat oleh Allah. Semakin jauh jarak yang ditempuh, semakin banyak pula pahala yang mengalir," jelasnya.
Pesan ini menjadi pengingat bagi warga Manokwari agar tidak menjadikan jarak atau kesibukan sebagai penghalang untuk melangkah ke rumah Allah. Beliau mengajak jamaah untuk menjaga keistiqomahan, terutama dalam momentum Ramadhan tahun ini.
"Mari kita jadikan Ramadhan ini sebagai pemicu semangat untuk terus menghidupkan masjid-masjid kita. Semoga setiap langkah kaki kita menjadi saksi di akhirat kelak, mendatangkan ampunan, dan menghapus dosa-dosa yang telah lalu," tutup beliau.
Suasana Tarawih di Masjid Ar-Riyadh malam itu berlangsung khidmat, diiringi tekad jamaah untuk memaksimalkan ibadah hingga akhir bulan suci.
Reporter : Miftahuddin

