MANOKWARI — Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Dr. Nanang Noerpatria, M.Pd, meninjau langsung perkembangan program pertanian untuk pemberdayaan ekonomi berbasis agribisnis yang dikelola oleh Pesantren Agro Hidayatullah Manokwari, Papua Barat, Selasa, 22 Syaban 1447 (10/2/2026). Kunjungan tersebut difokuskan pada evaluasi dan penguatan program Petani Milenial yang tengah dikembangkan di lingkungan pesantren.
Pesantren Agro Hidayatullah Manokwari berlokasi di Desa Sumber Boga SP. 7, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari. Saat ini, kawasan tersebut menjadi pusat pengembangan program Petani Milenial yang dirancang melalui kolaborasi antara Pesantren Hidayatullah Manokwari dan Bank Indonesia (BI). Program ini diarahkan untuk mendorong kemandirian pangan sekaligus menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi di sektor agribisnis.
Nanang Noerpatria mengamati langsung aktivitas pengelolaan lahan produktif serta berdialog dengan pengelola dan peserta program. Ia menyampaikan apresiasi terhadap langkah pesantren dalam mengintegrasikan pendidikan keagamaan dengan penguatan sektor ekonomi berbasis potensi lokal.
“Kolaborasi dengan Bank Indonesia dalam program Petani Milenial ini adalah langkah konkret untuk membuktikan bahwa santri bisa menjadi pelopor kedaulatan pangan, khususnya di tanah Papua Barat,” ujar Nanang di sela-sela peninjauan lahan pertanian.
Program Petani Milenial yang dijalankan di pesantren ini mencakup beberapa komponen utama. Pertama, pemanfaatan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Para santri dan pemuda sekitar diberikan edukasi mengenai teknik budidaya yang terukur dan sistematis.
Komponen Kedua, penguatan kemandirian ekonomi pesantren melalui optimalisasi hasil produksi yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan internal sekaligus menyuplai pasar lokal di wilayah Manokwari. Dan, Ketiga, dukungan teknis dan peralatan yang diperoleh melalui kemitraan dengan Bank Indonesia sebagai bagian dari penguatan kapasitas petani muda.
Nanang menyebutkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa bahwa sektor pertanian masih menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia. Dalam publikasi BPS 2023, sekitar 28–29 persen tenaga kerja nasional bekerja di sektor pertanian. Namun, struktur usia petani didominasi kelompok usia di atas 45 tahun, sementara minat generasi muda terhadap sektor ini relatif lebih rendah.
“Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Sehingga, kita berharap, program Petani Milenial di Pesantren Agro Hidayatullah Manokwari menghadirkan alternatif konkret bagi generasi muda agar melihat sektor pertanian sebagai bidang yang memiliki prospek dan nilai strategis,” katanya.
Dr. Nanang menegaskan bahwa penguatan ekonomi berbasis pertanian di pesantren merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian umat secara terstruktur.
“Kita ingin santri tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki keterampilan yang aplikatif. Pertanian adalah sektor riil yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” katanya dalam sesi diskusi bersama pengelola program.
Ia juga menekankan bahwa kemandirian pesantren perlu diukur dari kemampuannya mengelola potensi ekonomi lokal secara produktif.
Menurutnya, pemberdayaan ekonomi berbasis lahan yang tersedia di Papua Barat merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.
Kunjungan tersebut diakhiri dengan ramah tamah dan dialog terbuka bersama pengelola dan peserta program Petani Milenial di area perkebunan. Dalam forum tersebut dibahas sejumlah aspek teknis, termasuk penguatan kapasitas produksi dan strategi distribusi hasil panen ke pasar lokal.
Kehadiran Sekretaris Jenderal DPP Hidayatullah di lokasi program menjadi bagian dari pendampingan organisasi terhadap inisiatif ekonomi yang dikembangkan di daerah. Program ini diharapkan terus berjalan secara berkelanjutan dengan dukungan berbagai pihak yang telah terlibat dalam kolaborasi.
Reporter: Miftahuddin
Editor: Yacong B. Halike
Sumber : Hidayatullah.or.id



