Melalui program Petani Milenial, para santri mulai melakukan penanaman jagung di atas lahan seluas 1 hektare yang berlokasi di Desa Sumber Boga, SP. 7, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, pada Sabtu (14/02/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum berbasis kemandirian yang diterapkan pesantren untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga terampil dalam mengelola potensi alam.
Program ini merupakan bagian dari pemanfaatan lahan dan semangat kemandirian. Dengan mengenakan caping dan membawa benih jagung unggul (BISI-18), puluhan santri nampak antusias turun ke lahan yang telah disiapkan.
Penanaman ini ditargetkan dapat memasuki masa panen setelah hari raya Idul Fitri, sehingga hasilnya dapat mendukung ketahanan pangan internal pondok maupun masyarakat sekitar.
Program Petani Milenial ini meliputi Edukasi Pertanian Modern yakni Penggunaan mulsa dan teknik pengolahan lahan yang efisien juga sebagai kemandirian ekonomi denga Melatih santri agar memiliki jiwa kewirausahaan di bidang agribisnis serta bagian dari optimasi lahan denga memanfaatkan lahan subur di Distrik Masni sebagai pusat lumbung pangan pesantren.
Pengelola Pesantren Agro Manokwari Ustadz Hasdar Ambal menyatakan bahwa aktivitas di sawah ini adalah bentuk "ngaji alam" membangun karakter melalui tanah . Para santri diajarkan untuk bersabar, bekerja keras, dan bertawakal dalam mengikuti proses pertumbuhan tanaman, sebagaimana mereka menuntut ilmu agama.
"Kami ingin santri di Papua Barat ini menjadi pelopor pertanian. Menjelang Ramadhan, kegiatan ini menjadi bekal fisik dan mental agar mereka terbiasa produktif meskipun sedang menjalankan ibadah puasa nantinya," ujar perwakilan pengasuh pesantren.
Aksi nyata santri di SP. 7 Distrik Masni ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pemuda lain di Papua Barat. Dengan luas lahan 1 hektare, program ini menjadi proyek percontohan bahwa sektor pertanian di tangan anak muda (milenial) mampu menjadi pilar ekonomi yang menjanjikan di masa depan.
Reporter : Miftahuddin



