Oleh: Miftahuddin
Eksistensi dakwah di tanah Papua bukan sekadar soal menyampaikan risalah, melainkan tentang keteguhan hati untuk hadir dan menetap. Bagi Dewan Pengurus Hidayatullah Kabupaten Kaimana, perjalanan ini bukanlah langkah singkat. Sejak akhir tahun 1994, jejak-jejak dakwah mulai ditapaki di bumi Kaimana, membawa misi besar menjaga dan merawat akidah saudara-saudara muslim asli Papua di pelosok timur Indonesia.
Tiga puluh tahun bukanlah waktu yang sebentar. Bertahan di tengah tantangan geografis dan keterbatasan sarana menuntut dedikasi yang melampaui tugas organisasi semata. Ini adalah bentuk pengabdian kepada umat. Hidayatullah hadir bukan sebagai pendatang yang sekadar lewat, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Kaimana yang tumbuh bersama dalam nilai-nilai Islam.
Hadirnya bulan suci Ramadhan tahun ini seharusnya kita maknai lebih dari sekadar ritual menahan lapar dan dahaga. Bagi kita di Kaimana, Ramadhan adalah momentum emas untuk melakukan napak tilas spiritual. Mengenang kembali bagaimana para perintis dakwah terdahulu berjuang menanamkan kalimat tauhid di tanah ini, sekaligus mengevaluasi sejauh mana kita telah menjaga amanah tersebut.
Ramadhan adalah cermin. Ia mengingatkan kita bahwa kekuatan utama penggerak dakwah Hidayatullah sejak 1994 hingga hari ini bukanlah materi, melainkan kekuatan iman yang bersumber dari kedekatan kita dengan Al-Qur'an.
Derasnya arus zaman membawa tantangan baru bagi akidah umat, terutama di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat informasi. Untuk merawat akidah muslim asli Papua agar tetap kokoh, tidak ada jalan lain selain memperkuat interaksi dengan Al-Qur'an.
Al-Qur'an sebagai Kompas, Menjadikan wahyu sebagai penuntun dalam setiap langkah dakwah dan sosial di Kaimana. Pendidikan Berkelanjutan, Terus membina generasi muda muslim asli Papua agar tidak hanya mengenal Islam secara identitas, tapi menghujam secara ideologi melalui pengajaran Al-Qur'an yang intensif. Merawat ukhuwah Islamiyah pada momen Ramadhan menjadi jembatan untuk mempererat persaudaraan antara pengurus, santri, dan masyarakat luas melalui kegiatan ibadah bersama.
Perjalanan Hidayatullah di Kaimana sejak akhir 1994 adalah bukti bahwa cahaya Islam akan selalu menemukan jalannya, sejauh mana pun pelosok yang dituju. Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai titik balik untuk memperbaharui komitmen kita.
Dengan Al-Qur'an di tangan dan keikhlasan di hati, kita lanjutkan estafet perjuangan ini. Menjaga setiap jengkal akidah di ufuk timur adalah tugas suci yang akan terus kita tunaikan, hingga cahaya Islam benar-benar menyinari setiap rumah di bumi Kaimana.


.jpeg)