KAIMANA (Hidayatullahpapuabarat.com) – Perhelatan nasional pembekalan dan penugasan 1.500 Dai Tangguh untuk wilayah 3T dan perbatasan negeri diwarnai dengan testimoni menggugah dari pelosok Papua Barat. Ustadz Muhammad Nur Rumain, seorang dai asal Kabupaten Fakfak yang kini bertugas di Kabupaten Kaimana, membagikan pengalamannya dalam acara yang digelar secara hybrid di Kantor DPP Hidayatullah, Jakarta, Senin (16/02/2026).
Melalui sambungan virtual Zoom, Ustadz Nur Rumain menyampaikan testimoninya langsung di hadapan Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kemenag RI, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., serta jajaran pimpinan pusat Hidayatullah.
Dalam paparannya, Ustadz Nur Rumain mengungkapkan bahwa ada Pergeseran tantangan berdakwah di Tanah Papua, yaitu dari Alam ke Digital. Meski akses transportasi yang sulit dan kondisi geografis Papua sangat menantang, hal tersebut kini dianggap sebagai tantangan biasa bagi para dai di lapangan. Menurutnya, tantangan dakwah yang jauh lebih besar saat ini adalah dampak perkembangan teknologi terhadap generasi muda di Papua.
"Jika dahulu mengumpulkan umat di masjid sangatlah mudah, kini situasinya telah berubah. Efek teknologi pada kalangan muda menjadi tantangan nyata," ungkapnya. Ia pun menekankan pentingnya pembekalan kemampuan **dakwah digital** bagi para dai sebagai kebutuhan mutlak untuk menjawab tantangan zaman.
Selain aspek spiritual, Ustadz Nur Rumain menyoroti masih tertinggalnya tingkat pendidikan di wilayah Papua. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa tugas dai tangguh di Bumi Cendrawasih bukan sekadar mengajak beribadah, melainkan juga harus berperan aktif mencerdaskan umat dari sisi ilmu pengetahuan.
Suasana khidmat acara sempat mencair saat sesi tanya jawab dengan host. Ketika ditanya mengenai kehidupan pribadinya, Ustadz Nur Rumain menjawab dengan penuh keceriaan.
"Istri saya hanya satu, yaitu santri Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan," ujarnya sambil tertawa lepas yang disambut hangat oleh peserta di Jakarta maupun daring.
Kegiatan bertema "Dai Tangguh Menyapa Negeri" ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya, Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH. Naspi Arsyad, Lc., Ketua Departemen Dakwah DPP Hidayatullah, Agung Trana Jaya, M.Pd., Ketua LAZNAS BMH, Supendi, MM., dan Jajaran pengurus wilayah serta daerah Hidayatullah dari seluruh Indonesia.
Agenda ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara Kementerian Agama dan Hidayatullah dalam menjaga kedaulatan moral serta intelektual umat di wilayah-wilayah yang paling sulit dijangkau oleh pembangunan.
Reporter : Miftahuddin


