MANOKWARI – Ormas Islam Hidayatullah resmi melepas 1.500 "Dai Tangguh" dalam program Sebar Dai Ramadhan Nasional 1447 H / 2026 M. Ribuan pendakwah ini ditugaskan khusus untuk menyapa umat di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) serta kawasan perbatasan di seluruh pelosok negeri.
Acara pembekalan dan penugasan ini digelar secara hybrid berpusat di Gedung Dakwah DPP Hidayatullah, Jakarta, Senin (16/02/2026). Agenda ini diikuti oleh dai dari 38 provinsi melalui lebih dari 500 titik pemantauan, termasuk kegiatan nonton bareng (nobar) di wilayah binaan yang belum terjangkau akses internet.
Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kemenag RI, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., yang hadir mewakili pemerintah, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Ia mengungkapkan bahwa dari total 2.503 dai yang bergerak di wilayah 3T tahun ini, Hidayatullah menyumbang kontribusi terbesar.
"Tahun lalu tercatat 970 dai bertugas di wilayah 3T. Tahun ini, kami berterima kasih kepada Hidayatullah karena menjadi kontributor terbanyak dengan mengirimkan 1.500 dai. Ini bukan sekadar seremonial, tapi merupakan tonggak pembangunan peradaban Al-Qur'an," ujar Muchlis dalam sambutannya.
Ketua Departemen Dakwah DPP Hidayatullah, Agung Trana Jaya, menegaskan bahwa misi utama para dai adalah mendekatkan umat kepada Al-Qur'an melalui Gerakan Dakwah Belajar dan Mengajar Al-Qur’an (Grand MBA). Saat ini, Hidayatullah telah memiliki sekitar 1.600 Rumah Qur’an di seluruh Indonesia.
"Tugas dai adalah memastikan interaksi umat dengan Al-Qur'an meningkat. sehebat apapun retorikanya, maka ujungnya adalah bagaimana interaksi ummat kepada alqur'an. Hidayatullah memiliki sekitar 1.600 Rumah Qur’an yang tersebar di seluruh Indonesia" jelas Agung.
Selain dai domestik, agenda tahun ini juga menghadirkan tujuh imam dan dai asal Palestina yang akan berkeliling menyapa jamaah di berbagai masjid di Indonesia untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH. Naspi Arsyad, Lc., dalam arahannya meminta para dai untuk tampil secara totalitas. Beliau menekankan bahwa Ramadhan adalah golden time dakwah di mana antusiasme masyarakat sedang berada di puncak.
"Jumlah 1.500 itu sebenarnya masih sedikit dibanding kebutuhan lapangan. Karena itu, tampillah totalitas. Umat menunggu pencerahan, rangkul mereka," pesan KH. Naspi Arsyad.
Ia menambahkan bahwa kehadiran dai di lapangan sangat krusial untuk membentengi umat dari pemahaman agama yang instan dan keliru di era digital. Dai diharapkan hadir sebagai Murabbi (pembimbing) yang menjadikan Ramadhan sebagai "Madrasah Peradaban" guna melahirkan masyarakat yang berakhlak dan tercerahkan.
Hadir pula dalam acara tersebut Ketua LAZNAS BMH, Supendi, MM., serta jajaran pengurus wilayah dan daerah Hidayatullah dari seluruh Indonesia yang memberikan dukungan penuh bagi kelancaran tugas mulia ini.
Reporter : Miftahuddin

