MANOKWARI – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Papua Barat resmi mengirimkan 64 "Dai Tangguh" untuk bertugas di berbagai pelosok wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Penugasan ini merupakan bagian dari agenda nasional "Sebar Dai Ramadhan 1447 H/2026 M" yang dicanangkan secara terpusat oleh DPP Hidayatullah di Jakarta, Senin (16/02/2026).
Acara pembekalan dan penugasan yang berlangsung secara hybrid dari Gedung Dakwah DPP Hidayatullah ini diikuti oleh para dai di Papua Barat secara daring melalui titik pemantauan di daerah.
Di wilayah Papua Barat, para dai ini akan tersebar di lima kabupaten dari total tujuh kabupaten yang ada, meliputi:
Kabupaten Manokwari, Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Fakfak, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Teluk Wondama.
Ketua DPW Hidayatullah Papua Barat Muhammad Rusdan, M.Pd., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para dai yang siap bertugas. Ia menekankan bahwa tantangan teritorial yang berat serta minimnya akses transportasi tidak menjadi penghalang bagi semangat dakwah di pelosok Papua Barat.
Ia juga mendoakan agar para dai senantiasa diberikan kekuatan dan perlindungan oleh Allah SWT dalam menjalankan misi mulia ini, terutama di bulan suci Ramadhan.
Secara nasional, program ini melibatkan total 1.500 dai dari 38 provinsi dengan lebih dari 500 titik pemantauan. Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kemenag RI, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., yang hadir mewakili pemerintah, memberikan pujian atas peran aktif Hidayatullah.
"Tahun lalu tercatat 970 dai bertugas di wilayah 3T. Tahun ini, kami berterima kasih karena Hidayatullah menjadi kontributor terbanyak dengan mengirimkan 1.500 dai dari total 2.503 dai nasional. Ini adalah tonggak pembangunan peradaban Al-Qur'an," ungkap Muchlis.
"Sehebat apa pun retorikanya, ujung dari dakwah adalah bagaimana interaksi umat kepada Al-Qur'an meningkat," tegas Agung.
Dalam arahannya, Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH. Naspi Arsyad, Lc., meminta para dai untuk tampil secara totalitas. Ia menyebut Ramadhan sebagai golden time dakwah karena meningkatnya antusiasme masyarakat.
"Umat menunggu pencerahan, maka rangkul mereka. Kehadiran dai di lapangan sangat krusial sebagai Murabbi (pembimbing) untuk membentengi umat dari pemahaman agama yang keliru di era digital, sekaligus menjadikan Ramadhan sebagai Madrasah Peradaban," pesan KH. Naspi Arsyad.
Acara ini juga didukung penuh oleh Ketua LAZNAS BMH, Supendi, MM., serta jajaran pengurus Hidayatullah se-Indonesia demi memastikan kelancaran dakwah di wilayah-wilayah perbatasan negeri.
Reporter : Miftahuddin




