Berburu Berkah Ramadhan dengan Perbanyak Sedekah

 


Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keajaiban. Di dalamnya, setiap detik adalah peluang, dan setiap amal adalah investasi. Jika puasa adalah perisai bagi jiwa, maka sedekah adalah jembatan yang menghubungkan kesalehan pribadi dengan kemaslahatan umat. Memasuki bulan suci ini, umat Muslim diundang untuk menjadi pribadi yang lebih dermawan, mengikuti jejak langkah manusia paling mulia, Rasulullah SAW.


Sedekah Bukti Kejujuran Iman

Dalam terminologi Islam, kata sedekah berasal dari akar kata ash-shidqu yang berarti "benar" atau "jujur". Hal ini menegaskan bahwa kesediaan seseorang untuk melepaskan sebagian hartanya demi membantu orang lain adalah bukti nyata dari kejujuran imannya kepada Allah SWT.


Allah SWT memberikan jaminan bahwa harta yang disedekahkan tidak akan hilang, melainkan akan tumbuh layaknya benih yang subur. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 261, Allah berfirman:


مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ


 "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."


Ayat ini adalah janji matematika langit: satu kebaikan bisa tumbuh menjadi 700 kali lipat, dan di bulan Ramadhan, lipatan ini menjadi tak terhingga sesuai dengan kehendak Allah.


Rasulullah SAW Sang Tauladan Sejati

Tidak ada teladan yang lebih indah dalam hal kedermawanan selain Rasulullah Muhammad SAW. Meskipun beliau adalah pribadi yang paling dermawan di setiap waktu, namun saat Ramadhan tiba, kedermawanan beliau bertransformasi menjadi sesuatu yang luar biasa.


Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengisahkan dinamika kedermawanan Nabi dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari :


 "Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat Jibril menemui beliau... Sungguh, Rasulullah SAW jauh lebih dermawan dalam memberikan kebaikan daripada angin yang berhembus."


Istilah "angin yang berhembus" mengandung makna bahwa sedekah Rasulullah sangat cepat, menyentuh siapa saja tanpa kecuali, dan memberikan kesejukan serta manfaat hidup bagi setiap orang yang dilaluinya.


Mengapa Harus Sedekah di Bulan Ramadhan?

Ada beberapa alasan teologis dan sosial mengapa sedekah menjadi sangat krusial di bulan ini:


 1. Penghapus Dosa dan Kesalahan: Sedekah berfungsi sebagai pembersih dari perilaku sia-sia (laghwu) yang mungkin tanpa sengaja kita lakukan saat berpuasa. Rasulullah bersabda, "Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi).


 2. Mendapat Doa Malaikat: Setiap subuh di bulan Ramadhan, malaikat turun dan berdoa, "Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak." (HR. Bukhari & Muslim).


 3. Investasi Naungan di Hari Kiamat: Di hari saat matahari sejengkal di atas kepala, sedekah yang kita berikan secara tulus akan menjadi payung pelindung yang menyejukkan.


Strategi Praktis Implementasi Sedekah

Agar perburuan berkah kita maksimal, kita perlu memiliki rencana aksi (action plan). Berikut adalah bentuk-bentuk sedekah yang sangat dianjurkan:


1. Program Iftar (Memberi Makan Orang Berbuka)

Ini adalah "jalan pintas" untuk menggandakan pahala puasa kita.


 "Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun." (HR. Tirmidzi).


2. Sedekah Subuh

Melatih konsistensi dengan menyisihkan nominal tertentu setiap selesai shalat subuh. Meskipun jumlahnya kecil, keistiqamahannya sangat dicintai Allah.


3. Menyalurkan Lewat Lembaga Terpercaya: Baitul Maal Hidayatullah (BMH)

Dalam bersedekah, ketepatan sasaran sangatlah penting. Menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga profesional seperti Baitul Maal Hidayatullah (BMH) memastikan bahwa harta Anda dikelola secara produktif.


BMH memiliki berbagai program unggulan Ramadhan, seperti:

 -. Santunan Dai Pelosok: Mendukung pejuang dakwah di daerah terpencil.

 -. Pendidikan Anak Bangsa: Beasiswa untuk santri yatim dan dhuafa.

 -. Pembangunan Sumur Bor: Sedekah jariyah yang pahalanya mengalir abadi.

 -. Bingkisan Lebaran: Menghadirkan senyum bagi keluarga prasejahtera di hari fitri.


Adab Bersedekah: Menjaga Kualitas Amal

Sedekah bukan hanya soal memberi, tapi soal bagaimana hati bersikap saat memberi. Perhatikan adab berikut:


 -. Tauhid (Ikhlas): Pastikan niat hanya untuk mencari ridha Allah, bukan pujian manusia.

 -. Kualitas Terbaik: Hindari menyedekahkan barang bekas yang sudah tidak layak. Berikanlah apa yang masih kita cintai


 لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰی تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ؕ۬ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَیْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِیْمٌ

 

"Kamu tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya".(QS. Ali Imran: 92).


Tanpa Menyakiti: Jangan pernah menyebut-nyebut pemberian atau menyinggung perasaan penerima karena hal itu dapat menghapuskan pahala sedekah


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُبْطِلُوْا صَدَقٰتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْاَذٰىۙ كَالَّذِيْ يُنْفِقُ مَالَهٗ رِئَاۤءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَاَصَابَهٗ وَابِلٌ فَتَرَكَهٗ صَلْدًاۗ لَا يَقْدِرُوْنَ عَلٰى شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُوْاۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ


"Wahai orang-orang yang beriman, jangan membatalkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia, sedangkan dia tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu licin yang di atasnya ada debu, lalu batu itu diguyur hujan lebat sehingga tinggallah (batu) itu licin kembali. Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum kafir". (QS. Al-Baqarah: 264).


Ramadhan adalah musim panen raya bagi para pencari ridha Ilahi. Dengan memperbanyak sedekah, kita tidak hanya sedang membantu orang lain, tetapi sebenarnya sedang menolong diri kita sendiri dari kesulitan di dunia dan akhirat.


Mari kita jadikan bulan Ramadhan kali ini sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih peka secara sosial. Melalui lembaga seperti BMH, mari kita bentangkan manfaat seluas-luasnya, sejauh angin yang berhembus, hingga ke pelosok negeri. Wallahu a'lam bish-showab


Penulis : Fadhel Aja (Aktivis Pelita Pabar)